««•»»
Surah Al Insyiqaaq 2
وَأَذِنَت لِرَبِّها وَحُقَّت
««•»»
wa-adzinat lirabbihaa wahuqqath
««•»»
Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,
««•»»
and gives ear to its Lord as it should.
««•»»
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada Hari Kiamat nanti, disebabkan berbenturan bintang-bintang di langit, karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri, yang ada pada mereka masing-masing, maka rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah pula gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di cakrawala angkasa luar dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Sepantasnya ia patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
KEHANCURAN
Ini adalah peringatan lagi tentang akan datangnya hari kiamat:
Susunan yang sebagai kita lihat dari bumi sekarang ini tidak akan ada lagi. Bintang-bintang yang sekarang ada di tempatnya akan berkacau; itulah kehancuran. “Lantaran patuhnya kepada Tuhannya.” (pangkal ayat 2). Karena semuanya itu akan terjadi atas kehendak dan perintah Tuhan, sehingga langit itu hanya menurut saja kehendak Allah yang mengaturnya: “Dan patutlah dia begitu.” (ujung ayat 2).
Kepatuhan langit kepada kehendak Allah adalah suatu hal wajar, sebab Allah-lah yang menciptakan sejak semula dan Allah pula Yang Maha Kuasa merobahnya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan patuh) artinya mendengar dan tunduk mau membelah dirinya (kepada Rabbnya, dan sudah semestinya langit itu patuh) langit itu harus patuh dan taat kepada-Nya.
««•»»
and heeds, gives ear to and, in rending itself asunder, obeys, its Lord as it should, that is, as its duty is to heed and obey,
Surah Al Insyiqaaq 2
وَأَذِنَت لِرَبِّها وَحُقَّت
««•»»
wa-adzinat lirabbihaa wahuqqath
««•»»
Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,
««•»»
and gives ear to its Lord as it should.
««•»»
Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan, bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada Hari Kiamat nanti, disebabkan berbenturan bintang-bintang di langit, karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri, yang ada pada mereka masing-masing, maka rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah pula gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di cakrawala angkasa luar dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Sepantasnya ia patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
KEHANCURAN
Ini adalah peringatan lagi tentang akan datangnya hari kiamat:
Susunan yang sebagai kita lihat dari bumi sekarang ini tidak akan ada lagi. Bintang-bintang yang sekarang ada di tempatnya akan berkacau; itulah kehancuran. “Lantaran patuhnya kepada Tuhannya.” (pangkal ayat 2). Karena semuanya itu akan terjadi atas kehendak dan perintah Tuhan, sehingga langit itu hanya menurut saja kehendak Allah yang mengaturnya: “Dan patutlah dia begitu.” (ujung ayat 2).
Kepatuhan langit kepada kehendak Allah adalah suatu hal wajar, sebab Allah-lah yang menciptakan sejak semula dan Allah pula Yang Maha Kuasa merobahnya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan patuh) artinya mendengar dan tunduk mau membelah dirinya (kepada Rabbnya, dan sudah semestinya langit itu patuh) langit itu harus patuh dan taat kepada-Nya.
««•»»
and heeds, gives ear to and, in rending itself asunder, obeys, its Lord as it should, that is, as its duty is to heed and obey,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of25
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=84&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#84:2
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of25
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=84&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#84:2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar